Berita

MURSALA : Ketika Cinta Berhadapan dengan Adat

Ditulis tanggal 9 April 2013 | Oleh : | Kategori : Berita | 2 Komentar

Mursala adalah film drama Indonesia tahun 2013 yang bernuansa budaya Batak. Film ini disutradarai oleh Viva Westi dan dibintangi oleh Rio Dewanto dan Titi R Bintang. Film ini mengangkat cerita budaya Batak tentang 70 marga yang berbeda dan tidak boleh menikah hingga kini, seperti marga Simbolon dan Saragih. Film bernuansa romantis ini juga menampilkan keindahan panorama Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Pemeran

  1. Rio Dewanto sebagai Anggiat Simbolon
  2. Titi Sjuman sebagai Tiur / Bonatiur Sinaga
  3. Anna Sinaga sebagai Clarita Saragih
  4. Mongol sebagai Sahat
  5. Tio Pakusadewo
  6. Rudy Salam
  7. Roy Ricardo
  8. Raja Bonaran Situmeang
  9. Elza Syarief

Saksikan Film “”MURSALA”, Mulai 18 April 2013 di Bioskop Kesayangan Anda diseluruh Indonesia.

Trailer Film MURSALA


Komentar

  • get smart

    24 November 2013 at 8:04 pm

    jauh sebelum agama masuk ke tanah batak budaya batak terbilang hampir sama dengan budaya Isarel. tapi sebaiknya kita teliti aja dulu dengan ilmiah, soalnya Pemerintah israel juga masih menolak tanggapan ini, karena belum akurat untuk dipercaya, lain halnya Ethiopya sudah mengumpulkan data secara ilmiah baru bisa diakui Pemerinrath Israel.

  • silver price

    16 December 2013 at 11:23 am

    b. Dalam budaya nenek moyang orang Toraja, ada stratifikasi sosial yang cukup menonjol. Ketika perbudakan masih berlaku di Toraja, dikenal golong puang (penguasa, tuan) dan kaunan (budak). Namun pada zaman kolonial Belanda hal itu dilarang. Tetapi dalam prakteknya, masyarakat adat Toraja tetap membedakan empat kasta dalam masyarakat yang diurut dari yang tertinggi yaitu tana’ Bulaan (Keturunan Raja. Bulaan artinya Emas); tana’ bassi (Keturunan bangsawan. Bassi artinya Besi), tana’ karurung (Bukan bangsawan, tetapi bukan juga orang kebanyakan. Karurung adalah sejenis kayu yang keras) dan yang terendah adalah tana’ kua-kua (kua-kua, sejenis kayu yang rapuh). Dalam hubungan dengan upacara-upacara adat, dikenal pula golongan imam (to minaa atau to parenge’) dan orang awam (to buda).

Beri Komentar