Padan & Tarombo

Padanan Sihotang dengan Naipospos (Marbun)

Ditulis tanggal 16 August 2013 | Oleh : | Kategori : Padan & Tarombo | 40 Komentar

Seluruh keturunan Raja Naipospos diikat janji (padan) untuk tidak saling kawin dengan keturunan Raja Oloan yang bermarga Sihotang. Sehingga Sihotang disebut sebagai dongan padan. Memang pada awalnya pembentuk janji ini adalah Marbun. Namun ditarik suatu kesepakatan bersama bahwa keturunan Raja Naipospos bersaudara (na marhahamaranggi) dengan keturunan Sihotang. Hal ini dapat dilihat bersama bahwa hingga saat ini seluruh marga NAIPOSPOS SILIMA SAAMA (Sibagariang-Hutauruk-Simanungkalit-Situmeang-Marbun) tidak ada yang kawin dengan marga Sihotang.

Pengalaman di lapangan bahwa memang ada-ada saja orang yang mempersoalkan padan ini. Mereka mengatakan bahwa hanya Marbun sajalah yang marpadan dengan Sihotang tanpa mengikutsertakan Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang. Perlu diketahui bersama bahwa telah ada ikrar (padan) para nenek moyang (ompu) bahwa padan ni hahana, padan ni angina; jala padan ni angina, padan ni hahana (ikrar kakanda juga ikrar adinda dan ikrar adinda juga ikrar kakanda). Benar Marbunlah pembentuk padan pertama terhadap Sihotang. Tetapi oleh karena Marbun sebagai anggi doli Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang, maka turut juga serta dalam padan dengan Sihotang.

Contoh lain dapat pula dilihat bersama bahwa sesungguhnya Sibagariang tidaklah ada ikrar (padan) sama sekali untuk tidak saling kawin (masiolian) dengan Marbun. Tetapi oleh karena Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang marpadan dengan Marbun untuk tidak saling kawin maka Sibagariang pun turut serta dengan sendirinya oleh karena ikrar (padan) para nenek moyang (ompu) yang telah disebutkan di atas. Sehingga suatu padan yang umum bahwa keturunan Raja Naipospos dari isteri I (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang) tidak boleh saling kawin dengan keturunan Raja Naipospos dari isteri II (Marbun).

Demikian pula halnya seluruh marga-marga keturunan Raja Naipospos (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, Marbun Lumban Batu, Marbun Banjar Nahor, dan Marbun Lumban Gaol) tidak boleh saling kawin dengan keturunan Sihotang.

Sumber : Wikipedia Indonesia (28 Mei 2012 01:01 AM)

Jika ada informasi yang lebih akurat mengenai Padanan Sihotang dengan Naipospos (Marbun), silahkan hubungi kami untuk klarifikasi


Komentar

  • andru naibaho

    31 August 2012 at 1:46 pm

    uda postingin tarombo dong yang naibaho.
    hehe

  • Luke Dunn

    27 April 2013 at 10:56 pm

    Seluruh keturunan Raja Naipospos diikat janji (padan) untuk tidak saling kawin dengan keturunan Raja Oloan yang bermarga Sihotang. Sehingga Sihotang disebut sebagai dongan padan. Memang pada awalnya pembentuk janji ini adalah Marbun. Namun ditarik suatu kesepakatan bersama bahwa keturunan Raja Naipospos bersaudara (na marhahamaranggi) dengan keturunan Sihotang. Hal ini dapat dilihat bersama bahwa hingga saat ini seluruh marga NAIPOSPOS SILIMA SAAMA (Sibagariang-Hutauruk-Simanungkalit-Situmeang-Marbun) tidak ada yang kawin dengan marga Sihotang. Pengalaman di lapangan bahwa memang ada-ada saja orang yang mempersoalkan padan ini. Mereka mengatakan bahwa hanya Marbun sajalah yang marpadan dengan Sihotang tanpa mengikutsertakan Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang. Perlu diketahui bersama bahwa telah ada ikrar (padan) para nenek moyang (ompu) bahwa padan ni hahana, padan ni angina; jala padan ni angina, padan ni hahana (ikrar kakanda juga ikrar adinda dan ikrar adinda juga ikrar kakanda). Benar Marbunlah pembentuk padan pertama terhadap Sihotang. Tetapi oleh karena Marbun sebagai anggi doli Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang, maka turut juga serta dalam padan dengan Sihotang. Contoh lain dapat pula dilihat bersama bahwa sesungguhnya Sibagariang tidaklah ada ikrar (padan) sama sekali untuk tidak saling kawin (masiolian) dengan Marbun. Tetapi oleh karena Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang marpadan dengan Marbun untuk tidak saling kawin maka Sibagariang pun turut serta dengan sendirinya oleh karena ikrar (padan) para nenek moyang (ompu) yang telah disebutkan di atas. Sehingga suatu padan yang umum bahwa keturunan Raja Naipospos dari isteri I (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang) tidak boleh saling kawin dengan keturunan Raja Naipospos dari isteri II (Marbun).

  • Nina V. Miranda

    13 June 2013 at 7:08 pm

    Seluruh keturunan Raja Naipospos diikat janji (padan) untuk tidak saling kawin dengan keturunan Raja Oloan yang bermarga Sihotang. Sehingga Sihotang disebut sebagai dongan padan. Memang pada awalnya pembentuk janji ini adalah Marbun. Namun ditarik suatu kesepakatan bersama bahwa keturunan Raja Naipospos bersaudara (na marhahamaranggi) dengan keturunan Sihotang. Hal ini dapat dilihat bersama bahwa hingga saat ini seluruh marga NAIPOSPOS SILIMA SAAMA (Sibagariang-Hutauruk-Simanungkalit-Situmeang-Marbun) tidak ada yang kawin dengan marga Sihotang. Pengalaman di lapangan bahwa memang ada-ada saja orang yang mempersoalkan padan ini. Mereka mengatakan bahwa hanya Marbun sajalah yang marpadan dengan Sihotang tanpa mengikutsertakan Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang. Perlu diketahui bersama bahwa telah ada ikrar (padan) para nenek moyang (ompu) bahwa padan ni hahana, padan ni angina; jala padan ni angina, padan ni hahana (ikrar kakanda juga ikrar adinda dan ikrar adinda juga ikrar kakanda). Benar Marbunlah pembentuk padan pertama terhadap Sihotang. Tetapi oleh karena Marbun sebagai anggi doli Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang, maka turut juga serta dalam padan dengan Sihotang. Contoh lain dapat pula dilihat bersama bahwa sesungguhnya Sibagariang tidaklah ada ikrar (padan) sama sekali untuk tidak saling kawin (masiolian) dengan Marbun. Tetapi oleh karena Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang marpadan dengan Marbun untuk tidak saling kawin maka Sibagariang pun turut serta dengan sendirinya oleh karena ikrar (padan) para nenek moyang (ompu) yang telah disebutkan di atas. Sehingga suatu padan yang umum bahwa keturunan Raja Naipospos dari isteri I (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang) tidak boleh saling kawin dengan keturunan Raja Naipospos dari isteri II (Marbun).

  • sinagoge

    29 June 2013 at 3:29 pm

    Perlu untuk kita ketahui bersama bahwa tidak benar ditarik kesepakatan bahwa marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang ikut marpadan dengan Sihotang. Jadi ini hanya pendapat pribadi seseorang. Jadi yang benar adalah hanya Marbun yang marpadan dengan Sihotang. Oleh karena itu kami harap padan kami Sihotang jangan mudah terkecoh dengan pendapat yang menyatakan “ditarik kesepakatan ikut marpadan…” yang ditulis diberbagai artikel atau website atau diberbagai blog.
    Satu hal lagi bahwa anak Toga Naipospos ada dua yaitu Toga Marbun dan Toga Sipoholon. Toga Marbun terdiri dari: Lumban Batu, Banjarnahor, Lumban Gaol. Sedangkan Toga Sipoholon terdiri dari: Bagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang. Toga Marbun adalah dari istri kedua dan duluan lahir, sedangkan Toga Sipoholon adalah dari istri pertama dan belakangan lahir. Karena Marbun duluan lahir maka Marbun disebut sebagai Siangkangan dan juga dari kesepakatan bersama yang dilakukangan pada pesta punguan Toga Naipospos sedunia.
    Trimakasih

  • padan hanya untuk padan

    12 August 2013 at 1:38 am

    Padan hanya untuk padan mengapa?
    karena kalau padan ni hahana padan ni anggina i maka orang batak sudah marpadan semuanya. Jadi orang batak tidak boleh menikah sama orang batak. mari kita tinjau padan ini.
    sihotang padan dengan marbun, maka naibaho, sihotang, bakkara, sihite, manullang, sinambela marpadan sama sibagariang, hutauruk, simanungkalit,situmeang dan marbun.
    artinya siraja oloan marpadan dengan raja naipospos. Lalu sinambela marpadan dengan panjaitan, marbun padan dengan simamora, artinya sirajaoloan, naipospos, tuan dibangarna (panjaitan), simamora marpadan. Tuan dibangarna adalah adik dari tuan sihubil, tuan somanimbil dan abang dari sonak malela dari sibagot nipohan. maka sibagot nipohan, siraja oloan, naipospos, simamora marpadan. selanjutnya hutagaol dari tuan somanimbil padan dengan aruan dari sipaet tua maka sipaet tua juga marpadan sama yang sudah marpadan diatas. So siapa lagi yang bisa menikah? Marilah kita renungkan supaya kita jangan menambah nambah padan

  • Rio Marbun

    13 October 2013 at 4:28 pm

    Perlu untuk kita ketahui dan diluruskan bahwa hanya marga Sihotang lah yang marpadan dengan marbun Marbun. Marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit dan Situmeang tidak ada hubungan padan dengan marga Sihotang. Seluruh tulisan tentang Tarombo Naipospos yang dibuat oleh Ricardo Parulian Sibagariang tidak lah benar. Baik yang ditulis diberbagai artikel atau berbagai blog termasuk yang pada wikipedia.

  • edu

    17 October 2013 at 9:49 am

    apakah situmeang tidak bisa kawin dengan sihotang

  • jhon marbun

    8 December 2013 at 4:17 pm

    perlu kita ketahui,khususnya toga marbun.bahwa raja naipospos mempunyai dua anak yaitu toga marbun dan toga sipoholon dan sudaj sah di resmikan oleh ketutunan raja naipospos yg di resmikan di mual tabu.jd anak pertama raja naipospos adalh toga marbun dan yg ke dua adalh toga sipoholon.jadi yg marpadan sama marga sihotang adalah hanyalh marga marbun.terimakasih.

  • A.Lumban Gaol

    15 December 2013 at 12:28 am

    Sepakat dengan semuanya. .
    dan satu lagi yang harus diluruskan tidak pernah ada “Naipos-pos Si Lima Saama”, apa-apaan itu,, sok-sok tau si Ricardo P. Sibagariang ini. .
    edu : situmeang dan sihotang tidak marpadan,, seperti yang sebelumnya di atas dikatakan bahwa Padan adalah padan,, jadi yang marpadan hanya marbun dengan sihotang,, situmeang padan dengan lumban gaol, jadi situmeang hanya tidak boleh menikah dengan lumban gaol, dengan kata lain situmeang dengan sihotang boleh kawin. . sedangkan situmeang dengan banjarnahor boleh kawin, simanungkalit dan lumban gaol juga boleh kawin, karena yg harus di ingat hanya (Lumban Batu dengan Hutauruk), (Banjarnahor dengan Simanungkalit), dan (Lumban Gaol dengan Situmeang). . sudah banyak terjadi,, jadi padan itu harus spesial jangan digeneralisir. ..

  • Harun Mangasa Banjarnahor

    24 January 2014 at 6:59 pm

    berbagai komentar terkait parpadanan marbun dengan si hotang semuanya benar, namun perlu di ingat bahwa padan marbun dengan sihotang itu diikat dengan sumpah. jadi jangan dikait-kaitkan terlalu jauh dengan dongan tubu sipohlon.

  • ady situmeang

    9 March 2014 at 11:21 am

    permisii..
    jadi mau tanya.. kalau marga situmeang menikah dgn boru barus, bisakah? dilihat dr komentar yg lain, sy trik kesimpulan bisa.
    tp bisa tolong dijelaskan lagi. krn barus, kalau batak toba masuk ke marbun, sihotang dll raja oloan. thz.

    Jawaban Admin : Bisa…

  • Toga sihotang

    21 May 2014 at 3:57 pm

    Memang sih sihotang padan nya hanya ke marbun ..banyak ketemu marga situmeang,hutauruk,dll dongan tubu marbun yang panggil appara dan sebaliknya banyak juga yang panggil Lae
    Klo saya pribadi sih tergantung mereka(dongan tubu marbun) jadi gak harus saya paksa dia jadi appara atau lae
    Manjalo na tupa nadenggan ma iba dihamu akka dongan tubuni padan nami marbun ..mauliate

  • ocha Hutauruk

    21 May 2014 at 9:30 pm

    Amang,saya mau bertanya saya punya hela boru saragih..tapi mama nya dia,itu simanungkalit…apa bisa?amang Thanks

  • gery marbun

    14 August 2014 at 1:17 pm

    Dang haha ni toga marbun naipospos.marbun do haha ni naipospos.patakkas hamu i silsilah munai.unang mambaen versi baru hamu ate.mauliate

  • gery marbun

    14 August 2014 at 1:24 pm

    Maaf sblm y.toga sipoholon do mksud hu ate na sala guret do

  • Marbun Gaol

    10 October 2014 at 10:47 am

    Klw Menikah Toga Marbun Sama Sihotang kenapa? apa Sebabnya?
    Klw Saling Mencintai?

  • hotang naburju

    14 October 2014 at 12:52 pm

    toho do nadidok ni abang toga sihotang on,,,adong do boru manukalit bagak hubereng dison,,,,naksir au,,,alai ala d jou au ito,,,,gabe hu pendam nama rasa cinta on,,,ala itokku hape imana.

  • MANAHAN SIHOTANG

    16 November 2014 at 9:08 am

    Ya……
    Semuanya itu benar baik yg dimuat siraja oloan maupun yg diliris oleh marga-marga raja naipospos. saya ingin tau benar cerita perjalanan sihotang padannya marbun. memang pernah saya dengar ceritanya dari salah satu marga naipospos bahwa marga yang dua ini adalah padan. PADAN=IKRAR=JANJI. Bagaimana isi padan marga ini.tolong diuraikan dengan jelas.MAULIATE

  • jasmen sihotang

    16 November 2014 at 8:20 pm

    menurut ajaran yg diberikan oleh bapak saya, memang hanya marbun lah yg marpadan dengan sihotang. Namun untuk menghormati marbun sebagai siakangan jadi seluruh anggina ikut serta dalam padanan ini. dan sebaiknya memang seluruh toga marbun tidak boleh menikah dengan sihotang

  • P. LUMBAN GAOL (Sitapongan) ( TUNGGAL NABOLON ) Generasi 17

    18 January 2015 at 2:47 pm

    HORAS
    Salam Damai Kristus.

  • Josua Hutauruk

    15 February 2015 at 10:20 am

    Syalom amang-amang sekalian,saya adalah seorang pemuda batak,jadi belum tahu betul tentang adat-adat batak dan pantangan batak untuk menikah. Saya punya seorang pacar boru sihotang,dan saya sendiri adalah marga hutauruk. Nah,pertanyaan nya untuk amang-amang sekalian,apakah bisa kami (hutauruk dengan sihotang) menikah? tolong dijawab segera ya amang-amang sekalian. Trims,horas mauliate godang!! Tuhan memberkati.

    Jawaban Admin : Bisa…

  • Josua Hutauruk

    15 February 2015 at 10:59 am

    Satu lagi amang-amang,setelah saya baca artikel ini,kan istri ke-2 dari raja naipospos atau mama tiri dari hutauruk itu boru sihotang,berarti apakah hutauruk dengan sihotang itu pariban? dan juga tolong jawab pertanyaan saya yang sebelum nya,apakah kami (hutauruk dengan sihotang) bisa menikah? Tolong dijawab segera ya amang-amang sekalian. Trims,Tuhan memberkati :)

  • Putra lumban gaol

    22 March 2015 at 12:51 pm

    Yang membuat padan adalah Marbun.Tetapi seluruh anaknya toga Marbun harus turut dalam padan yaitu Lumban Batu,Banjarnahor,dan Lumban Gaol.
    Serta seluruh keturunannya sampai sekarang

  • Yaacov

    17 April 2015 at 3:36 pm

    Mengenai padan,apkh benar selain si hotang apakah marbun juga marpadan dengan naibaho dan manalu.karna dilapangan, ada beberapa orang yg bermarga tersebut memanggil saya appara ketika saya sebutkan saya bermarga marbun.tlong di jawab bgi yg tahu…thx

  • Tamaria Jolenta sihotang( Sitorbandolok)

    21 July 2015 at 12:08 am

    Salam Damai dan Horas untuk ito”ku,Siraja Oloan khususnya”Sihotang dan Marbun”.Yang menjadi pertanyaan saya adalah: 1.Padan Sihotang itu Hanya Marbun Lumban gaol kah?soalnya saya pernah dengar kalau padan sihotang hanya Marbun lumban gaol saja! 2.benarkah Sihotang dengan silalahi dan tampubolon marpadan juga? Untuk ito”ku yang dapat memberikan penjelasan atas pertanyaan saya,tolong dijelaskan ya!sebelumya saya mengucapkan banyak terima kasih atas Ilmu yang dibagikan pada saya!Salam dan terima kasih serta Tuhan Memberkati!!

    Jawaban Admin :

    Atas pertanyaan 1 : Tidak hanya kepada Lumban Gaol, tetapi kepada semua keturunan Toga Marbun

    Atas pertanyaan 2 : Bukan Padan, tetapi mereka adalah abangnya sirajaoloan, dalam artian marhamaranggi.

  • Elisabet Lumban Batu

    22 July 2015 at 11:07 am

    Horas!
    saya mau tanya, jika marbun marpadan dengan sihotang, apakah marbun juga jadi marpadan dengan naibaho?
    mohon tanggapannya. terima kasih.

    Jawaban Admin : Tidak…

  • Haniie Panjaitan

    12 August 2015 at 10:14 pm

    Gk, ngrti saya lhoo… :/

  • Noel baruz

    19 August 2015 at 2:03 am

    Horas..
    sabtabi raja nami.. memang simpang siur do permasalahon par padanan sihotang dohot marbun..molo pangantusan hu jala godang info na di paboa akka natua2 sian marbun songoni pe dohot natua2 dongan tubu nami sihotang.jd toho do marbun marpadan hu sihotang ale ndang dohot sipitu bona ni ari rajaoloan ..songon ni pe sebalikna holan marbun do na marpadan hu sihotang ndang sude bona ni ari naipospos silima saama. Maulate… GBu All

  • Doli Benedictus Hutauruk

    19 August 2015 at 3:09 pm

    Sudahlah, kalo memang kalian lebih banyak tahu, buat artikel sendiri
    Dan satu lagi, toga sipoholon bukan anak naipospos, sipoholon hanyalah nama kecamatan

  • libero

    10 September 2015 at 9:13 am

    Sebenarnya boru APA yg melahirkan keturunan raja naipospos.
    Boru Pasaribu atau boru sihotang
    Bapak Saya bilang mereka kakak beradik.

  • putra batak

    10 October 2015 at 12:55 am

    Saya mau tanya, jika memang benar marbun si abang,berarti raja naipospos itu tidak tau adat ya atau orang sekarang yang terlalu gila akan kehormatan dan tak tau adat mau jadi si akang?? Yang jadi istri pertama melahirkan bagariang, hutauruk, situmeang dan simanungkalit sedangkan istri kedua melahirkan marbun…..Adat batak yang saya tau adalah anak dari istri pertama lah yang selalu menjadi si abangan terlepas apakah si anak dari istri pertama lebih muda dari anak istri kedua….tapi yang terpenting adalah seluruh turunan naipospos haruslah bersatu padu untuk memajukan kumpulan naipospos, belum tentu jika sudah jadi si abang lebih hebat dari si adik, semua itu atas berkat tuhan allah….ingat kain dan habel, jangan buat murka tuhan terulang kembali…

    Dari
    Putra batak guru tata bulan

  • Rajagea S. Sihotang

    15 October 2015 at 11:53 am

    Josua Hutauruk@:
    “Apakah kami (hutauruk dengan sihotang) bisa menikah?”
    Menurut saya, menurut bapak saya, menurut opung doli saya, dan masih banyak lagi Sihotang yang lain: sangat boleh!
    Apa yang dilanggar? Tidak ada!
    Padan tidak saling kawin kan antara Sihotang dengan Marbun (include Lumbangaol, Lumbanbatu dan Banjarnahor di dalamnya). Padan cuma itu, sebaiknya jangan ditambah-tambah, dikarang-karang atau dikurangi.
    Kalau ada pendapat pribadi 1,2,3,4,5,6 orang yang mengutip umpasa yang mengatakan “Padan ni hahana, padan ni anggina” lalu padan tadi itu di-efek domino-kan ke kakak beradiknya Marbun yang lain (Sibagariang, Simanungkalit, Situmeang dan Hutauruk), boleh-boleh saja untuk dirinya/mereka sendiri.
    Tapi, pertanyaannya, kenapa cuma ke ‘sebelah sana saja ditarik-tarik’ seperti itu? Kenapa tidak berlaku equal ke pihak Siraja Oloan: lalu harusnya mengatakan Marbun tidak boleh kawin dengan haha-anggi Sihotang di Siraja Oloan: Naibaho, Bakkara, Sinambela, Sihite dan Simanullang. Namanya gak konsisten pada umpasa yang mengatakan “Padan ni hahana, padan ni anggina.”

    Yang saya dengar, dulu, tahun 1800-an, ketika beberapa orang dari marga Simanungkalit, Situmeang dan Hutauruk bermigrasi dari kampung asal mereka di Sipoholon (yang walaupun juga subur tapi rawan gempa karena persis di patahan sesar Sumatra), ke daerah Pakkat dan Parlilitan dan mereka bertemu dengan marga Sihotang yang jumlahnya banyak/mendominasi di situ.
    Lalu dipukka (cari) lah partuturon tiada lain melalui parpadanan Marbun ke Sihotang, dan itu memang cara yang efektif untuk mendekatkan diri. Coba dari cara partuturon lainnya? Ya, nggak ada.
    Dan pada saat itu, katanya, marga Sihotang yang di Pakkat dan Parlilitan, bersikap welcome karena mereka –seperti umpasa Batak– parbahul-bahul na bolon, paramak so balunon, partataring so ra mittop.
    .
    Apakah gara-gara itu lalu Sihotang gak bisa kawin sama boru Hutauruk, Situmeang, Simanungkalit? Ya, boleh!
    Coba liat: Maradum Sihotang, Ketua Umum Sigodangulu Sihotang se-Indonesia (ada yang bilang se-dunia/se-portibi) sebelum Sabam Isodorus Sihotang, istri beliau kan boru Simanungkalit. Maradum Sihotang, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun&Kabid Dikdasmen Dinas Pendidikan Prov. Sumut, di Medan dikenal dengan panggilan/gelar “Raja Adat.”
    Itu salah satu contoh saja (yang lain masih banyaaak), tokoh adat lagi, tentu beliau tau lebih dari kita-kita ini, mana yang boleh&mana yang tidak dibolehkan oleh adat istiadat Batak yang sesungguhnya. ;)

  • Rajagea S. Sihotang

    30 October 2015 at 4:14 pm

    Josua Hutauruk@: “Apakah kami (hutauruk dengan sihotang) bisa menikah?” Menurut saya, menurut bapak saya, menurut opung doli saya, dan masih banyak lagi Sihotang yang lain: sangat boleh! Apa yang dilanggar? Tidak ada! Padan tidak saling kawin kan antara Sihotang dengan Marbun (include Lumbangaol, Lumbanbatu dan Banjarnahor di dalamnya). Padan cuma itu, sebaiknya jangan ditambah-tambah, dikarang-karang atau dikurangi.

    Kalau ada pendapat pribadi 1,2,3,4,5,6 orang yang mengutip umpasa yang mengatakan “Padan ni hahana, padan ni anggina” lalu padan tadi itu di-efek domino-kan ke kakak beradiknya Marbun yang lain (Sibagariang, Simanungkalit, Situmeang dan Hutauruk), boleh-boleh saja untuk dirinya/mereka sendiri. Tapi, pertanyaannya, kenapa cuma ke ‘sebelah sana saja ditarik-tarik’ seperti itu? Kenapa tidak berlaku equal ke pihak Siraja Oloan: lalu harusnya mengatakan Marbun tidak boleh kawin dengan haha-anggi Sihotang di Siraja Oloan: Naibaho, Bakkara, Sinambela, Sihite dan Simanullang. Namanya gak konsisten pada umpasa yang mengatakan “Padan ni hahana, padan ni anggina.” Yang saya dengar, dulu, tahun 1800-an, ketika beberapa orang dari marga Simanungkalit, Situmeang dan Hutauruk bermigrasi dari kampung asal mereka di Sipoholon (yang walaupun juga subur tapi rawan gempa karena persis di patahan sesar Sumatra), ke daerah Pakkat dan Parlilitan dan mereka bertemu dengan marga Sihotang yang jumlahnya banyak/mendominasi di situ. Lalu dipukka (cari) lah partuturon tiada lain melalui parpadanan Marbun ke Sihotang, dan itu memang cara yang efektif untuk mendekatkan diri. Coba dari cara partuturon lainnya? Ya, nggak ada. Dan pada saat itu, katanya, marga Sihotang yang di Pakkat dan Parlilitan, bersikap welcome karena mereka –seperti umpasa Batak– parbahul-bahul na bolon, paramak so balunon, partataring so ra mittop.

    Apakah gara-gara itu lalu Sihotang gak bisa kawin sama boru Hutauruk, Situmeang, Simanungkalit? Ya, boleh! Coba liat: Maradum Sihotang, Ketua Umum Sigodangulu Sihotang se-Indonesia (ada yang bilang se-dunia/se-portibi) sebelum Sabam Isodorus Sihotang, istri beliau kan boru Simanungkalit. Maradum Sihotang, mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun&Kabid Dikdasmen Dinas Pendidikan Prov. Sumut, di Medan dikenal dengan panggilan/gelar “Raja Adat.” Itu salah satu contoh saja (yang lain masih banyaaak), tokoh adat lagi, tentu beliau tau lebih dari kita-kita ini, mana yang boleh&mana yang tidak dibolehkan oleh adat istiadat Batak yang sesungguhnya.

  • fitria

    5 December 2015 at 1:23 pm

    Klw Menikah Toga Marbun Sama Sihotang kenapa? apa Sebabnya?
    Klw Saling Mencintai?

  • suhadi marbun

    6 December 2015 at 7:42 pm

    dang mangattusi iba,,,,,mlo mangkaji sian ginjang,,,,,maralitan hian nungnga,,,,,tarombo marbun on,,,,,mlo au marbun banjarnahor ma ninna bapak hu au,nmor 15.sian humban julu,,,,,do ro ni oppui ninna,,,,ido naeng,,,,,

  • Doharman jf marbun

    14 December 2015 at 1:43 am

    Parmisi majo ateh akka raja.
    Mlo na marpadan na hu boto tu sihotang dang marbun bah raja.
    Alai holan lumban gaol – sihotang do. Artina marbun kan 3 banjar nahor,lumban batu dohot lumban gaol. Jadi lumban batu,dohot banjar nahor dang marpadan tu sihotang.boi do mangalap br sihotang.apa lagi ma haha anggita manungkalit,situmeang,bagariang,huta uruk ba boi do na hu boto mangalap br sihotang na gabe paniaran na. Holan lumban gaol do dangboi.
    Jala saotik,lumban batu ma marpadan tu purba simalungun. I do na hu boto.

    ..jala mlo ise jumolo tubu(manang sihahaan) : toga marbun,manang toga si poholon. Dang tarboto sahat sadari on na binoto. Alai mamereng di peak ni ulaon ma pajouhon.
    Mlo marbun do naro tu tongah ni toga sipoholon ba mar haha marbun songon i balik na.
    Alai taringot tu adat laho parsaripeon. Ba mlo menurut ahu : pajolo ta ingingot ma tarobbot ta be, na pa duahon mlo boi ba tapasiding mangalap mlo solhot dope sundut na sian tarobbot ta…
    Holan i do mlo menuriud ahu

  • Boru na burju

    14 January 2016 at 11:44 pm

    Permisi amang.. Amang saya mau tanya,, apa semua sihotang tdk bisa dengan hutasoit? Apa hanya sihotang simarsoit yg tdk bisa?
    Kan sihotang itu ada 7kturunannya? Apakah smua ke7 itu tdk bisa dengan hutasoit?
    Tolong penjelasannya amang…

  • Pdt. H. Situmeang, S.Th

    19 January 2016 at 1:41 pm

    Shalom. Salam Sejahtera bagi kita semua.
    Dengarkanlah pendapat orang, tapi kita tidak harus menurutinya. Pilih dan ambil yang menurutmu benar.
    Masa depanku tidak akan menjadi lebih baik jika kita hanya saling ber-argumen, tapi akan menjadi baik jika aku dan kamu Bijaksana.
    Kadang keinginan hati tidak harus diikuti, ada waktunya dimana harus memakai logika agar hati tidak kecewa.
    Kita tidak harus menjadi hebat dulu untuk memulai, tetapi kita harus berani memulai untuk menjadi hebat, Sabar, memaafkan, serta melupakan kekecewaan akan menjadikan kita hebat dan Bahagia.
    (Raja Agripa mau mendengar pendapat orang lain/ Rasul Paulus karena ia tahu ADAT ISTIADAT- Kisah Para Rasul, 26:2-3)
    Markus,9:50 Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”
    MAJU TERUS ‘RAJA NAI POS-POS’ Tuhan yesus Memberkati.

  • hotmintar lumban gaol

    23 January 2016 at 4:07 pm

    Syalom, hanya marbun yg marpadan ama sihotang. Terimakasih

  • H. Manik sihotang

    4 February 2016 at 2:22 pm

    Salam khas batak ( horas )
    Melihat artikel dan pertanyaan diatas, saya jadi bingung. Siapa yang betul dan siapa yang salah. Klau menurut pendapat saya hanya lumban gaol lah yang marpadan dengan sihotang. Jika naipos pos marpadan dengan sihotang, bagaiman pula lumban batu dengan purba ? Adakah dua marga marpadan ke satu marga ?

Beri Komentar