Padan & Tarombo

Padanan Sihotang dengan Naipospos (Marbun)

Ditulis tanggal 16 August 2013 | Oleh : | Kategori : Padan & Tarombo | 13 Komentar

Seluruh keturunan Raja Naipospos diikat janji (padan) untuk tidak saling kawin dengan keturunan Raja Oloan yang bermarga Sihotang. Sehingga Sihotang disebut sebagai dongan padan. Memang pada awalnya pembentuk janji ini adalah Marbun. Namun ditarik suatu kesepakatan bersama bahwa keturunan Raja Naipospos bersaudara (na marhahamaranggi) dengan keturunan Sihotang. Hal ini dapat dilihat bersama bahwa hingga saat ini seluruh marga NAIPOSPOS SILIMA SAAMA (Sibagariang-Hutauruk-Simanungkalit-Situmeang-Marbun) tidak ada yang kawin dengan marga Sihotang.

Pengalaman di lapangan bahwa memang ada-ada saja orang yang mempersoalkan padan ini. Mereka mengatakan bahwa hanya Marbun sajalah yang marpadan dengan Sihotang tanpa mengikutsertakan Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang. Perlu diketahui bersama bahwa telah ada ikrar (padan) para nenek moyang (ompu) bahwa padan ni hahana, padan ni angina; jala padan ni angina, padan ni hahana (ikrar kakanda juga ikrar adinda dan ikrar adinda juga ikrar kakanda). Benar Marbunlah pembentuk padan pertama terhadap Sihotang. Tetapi oleh karena Marbun sebagai anggi doli Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang, maka turut juga serta dalam padan dengan Sihotang.

Contoh lain dapat pula dilihat bersama bahwa sesungguhnya Sibagariang tidaklah ada ikrar (padan) sama sekali untuk tidak saling kawin (masiolian) dengan Marbun. Tetapi oleh karena Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang marpadan dengan Marbun untuk tidak saling kawin maka Sibagariang pun turut serta dengan sendirinya oleh karena ikrar (padan) para nenek moyang (ompu) yang telah disebutkan di atas. Sehingga suatu padan yang umum bahwa keturunan Raja Naipospos dari isteri I (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang) tidak boleh saling kawin dengan keturunan Raja Naipospos dari isteri II (Marbun).

Demikian pula halnya seluruh marga-marga keturunan Raja Naipospos (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang, Marbun Lumban Batu, Marbun Banjar Nahor, dan Marbun Lumban Gaol) tidak boleh saling kawin dengan keturunan Sihotang.

Sumber : Wikipedia Indonesia (28 Mei 2012 01:01 AM)

Jika ada informasi yang lebih akurat mengenai Padanan Sihotang dengan Naipospos (Marbun), silahkan hubungi kami untuk klarifikasi


Komentar

  • andru naibaho

    31 August 2012 at 1:46 pm

    uda postingin tarombo dong yang naibaho.
    hehe

  • Luke Dunn

    27 April 2013 at 10:56 pm

    Seluruh keturunan Raja Naipospos diikat janji (padan) untuk tidak saling kawin dengan keturunan Raja Oloan yang bermarga Sihotang. Sehingga Sihotang disebut sebagai dongan padan. Memang pada awalnya pembentuk janji ini adalah Marbun. Namun ditarik suatu kesepakatan bersama bahwa keturunan Raja Naipospos bersaudara (na marhahamaranggi) dengan keturunan Sihotang. Hal ini dapat dilihat bersama bahwa hingga saat ini seluruh marga NAIPOSPOS SILIMA SAAMA (Sibagariang-Hutauruk-Simanungkalit-Situmeang-Marbun) tidak ada yang kawin dengan marga Sihotang. Pengalaman di lapangan bahwa memang ada-ada saja orang yang mempersoalkan padan ini. Mereka mengatakan bahwa hanya Marbun sajalah yang marpadan dengan Sihotang tanpa mengikutsertakan Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang. Perlu diketahui bersama bahwa telah ada ikrar (padan) para nenek moyang (ompu) bahwa padan ni hahana, padan ni angina; jala padan ni angina, padan ni hahana (ikrar kakanda juga ikrar adinda dan ikrar adinda juga ikrar kakanda). Benar Marbunlah pembentuk padan pertama terhadap Sihotang. Tetapi oleh karena Marbun sebagai anggi doli Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang, maka turut juga serta dalam padan dengan Sihotang. Contoh lain dapat pula dilihat bersama bahwa sesungguhnya Sibagariang tidaklah ada ikrar (padan) sama sekali untuk tidak saling kawin (masiolian) dengan Marbun. Tetapi oleh karena Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang marpadan dengan Marbun untuk tidak saling kawin maka Sibagariang pun turut serta dengan sendirinya oleh karena ikrar (padan) para nenek moyang (ompu) yang telah disebutkan di atas. Sehingga suatu padan yang umum bahwa keturunan Raja Naipospos dari isteri I (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang) tidak boleh saling kawin dengan keturunan Raja Naipospos dari isteri II (Marbun).

  • Nina V. Miranda

    13 June 2013 at 7:08 pm

    Seluruh keturunan Raja Naipospos diikat janji (padan) untuk tidak saling kawin dengan keturunan Raja Oloan yang bermarga Sihotang. Sehingga Sihotang disebut sebagai dongan padan. Memang pada awalnya pembentuk janji ini adalah Marbun. Namun ditarik suatu kesepakatan bersama bahwa keturunan Raja Naipospos bersaudara (na marhahamaranggi) dengan keturunan Sihotang. Hal ini dapat dilihat bersama bahwa hingga saat ini seluruh marga NAIPOSPOS SILIMA SAAMA (Sibagariang-Hutauruk-Simanungkalit-Situmeang-Marbun) tidak ada yang kawin dengan marga Sihotang. Pengalaman di lapangan bahwa memang ada-ada saja orang yang mempersoalkan padan ini. Mereka mengatakan bahwa hanya Marbun sajalah yang marpadan dengan Sihotang tanpa mengikutsertakan Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang. Perlu diketahui bersama bahwa telah ada ikrar (padan) para nenek moyang (ompu) bahwa padan ni hahana, padan ni angina; jala padan ni angina, padan ni hahana (ikrar kakanda juga ikrar adinda dan ikrar adinda juga ikrar kakanda). Benar Marbunlah pembentuk padan pertama terhadap Sihotang. Tetapi oleh karena Marbun sebagai anggi doli Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang, maka turut juga serta dalam padan dengan Sihotang. Contoh lain dapat pula dilihat bersama bahwa sesungguhnya Sibagariang tidaklah ada ikrar (padan) sama sekali untuk tidak saling kawin (masiolian) dengan Marbun. Tetapi oleh karena Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang marpadan dengan Marbun untuk tidak saling kawin maka Sibagariang pun turut serta dengan sendirinya oleh karena ikrar (padan) para nenek moyang (ompu) yang telah disebutkan di atas. Sehingga suatu padan yang umum bahwa keturunan Raja Naipospos dari isteri I (Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, dan Situmeang) tidak boleh saling kawin dengan keturunan Raja Naipospos dari isteri II (Marbun).

  • sinagoge

    29 June 2013 at 3:29 pm

    Perlu untuk kita ketahui bersama bahwa tidak benar ditarik kesepakatan bahwa marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang ikut marpadan dengan Sihotang. Jadi ini hanya pendapat pribadi seseorang. Jadi yang benar adalah hanya Marbun yang marpadan dengan Sihotang. Oleh karena itu kami harap padan kami Sihotang jangan mudah terkecoh dengan pendapat yang menyatakan “ditarik kesepakatan ikut marpadan…” yang ditulis diberbagai artikel atau website atau diberbagai blog.
    Satu hal lagi bahwa anak Toga Naipospos ada dua yaitu Toga Marbun dan Toga Sipoholon. Toga Marbun terdiri dari: Lumban Batu, Banjarnahor, Lumban Gaol. Sedangkan Toga Sipoholon terdiri dari: Bagariang, Hutauruk, Simanungkalit, Situmeang. Toga Marbun adalah dari istri kedua dan duluan lahir, sedangkan Toga Sipoholon adalah dari istri pertama dan belakangan lahir. Karena Marbun duluan lahir maka Marbun disebut sebagai Siangkangan dan juga dari kesepakatan bersama yang dilakukangan pada pesta punguan Toga Naipospos sedunia.
    Trimakasih

  • padan hanya untuk padan

    12 August 2013 at 1:38 am

    Padan hanya untuk padan mengapa?
    karena kalau padan ni hahana padan ni anggina i maka orang batak sudah marpadan semuanya. Jadi orang batak tidak boleh menikah sama orang batak. mari kita tinjau padan ini.
    sihotang padan dengan marbun, maka naibaho, sihotang, bakkara, sihite, manullang, sinambela marpadan sama sibagariang, hutauruk, simanungkalit,situmeang dan marbun.
    artinya siraja oloan marpadan dengan raja naipospos. Lalu sinambela marpadan dengan panjaitan, marbun padan dengan simamora, artinya sirajaoloan, naipospos, tuan dibangarna (panjaitan), simamora marpadan. Tuan dibangarna adalah adik dari tuan sihubil, tuan somanimbil dan abang dari sonak malela dari sibagot nipohan. maka sibagot nipohan, siraja oloan, naipospos, simamora marpadan. selanjutnya hutagaol dari tuan somanimbil padan dengan aruan dari sipaet tua maka sipaet tua juga marpadan sama yang sudah marpadan diatas. So siapa lagi yang bisa menikah? Marilah kita renungkan supaya kita jangan menambah nambah padan

  • Rio Marbun

    13 October 2013 at 4:28 pm

    Perlu untuk kita ketahui dan diluruskan bahwa hanya marga Sihotang lah yang marpadan dengan marbun Marbun. Marga Sibagariang, Hutauruk, Simanungkalit dan Situmeang tidak ada hubungan padan dengan marga Sihotang. Seluruh tulisan tentang Tarombo Naipospos yang dibuat oleh Ricardo Parulian Sibagariang tidak lah benar. Baik yang ditulis diberbagai artikel atau berbagai blog termasuk yang pada wikipedia.

  • edu

    17 October 2013 at 9:49 am

    apakah situmeang tidak bisa kawin dengan sihotang

  • jhon marbun

    8 December 2013 at 4:17 pm

    perlu kita ketahui,khususnya toga marbun.bahwa raja naipospos mempunyai dua anak yaitu toga marbun dan toga sipoholon dan sudaj sah di resmikan oleh ketutunan raja naipospos yg di resmikan di mual tabu.jd anak pertama raja naipospos adalh toga marbun dan yg ke dua adalh toga sipoholon.jadi yg marpadan sama marga sihotang adalah hanyalh marga marbun.terimakasih.

  • A.Lumban Gaol

    15 December 2013 at 12:28 am

    Sepakat dengan semuanya. .
    dan satu lagi yang harus diluruskan tidak pernah ada “Naipos-pos Si Lima Saama”, apa-apaan itu,, sok-sok tau si Ricardo P. Sibagariang ini. .
    edu : situmeang dan sihotang tidak marpadan,, seperti yang sebelumnya di atas dikatakan bahwa Padan adalah padan,, jadi yang marpadan hanya marbun dengan sihotang,, situmeang padan dengan lumban gaol, jadi situmeang hanya tidak boleh menikah dengan lumban gaol, dengan kata lain situmeang dengan sihotang boleh kawin. . sedangkan situmeang dengan banjarnahor boleh kawin, simanungkalit dan lumban gaol juga boleh kawin, karena yg harus di ingat hanya (Lumban Batu dengan Hutauruk), (Banjarnahor dengan Simanungkalit), dan (Lumban Gaol dengan Situmeang). . sudah banyak terjadi,, jadi padan itu harus spesial jangan digeneralisir. ..

  • Harun Mangasa Banjarnahor

    24 January 2014 at 6:59 pm

    berbagai komentar terkait parpadanan marbun dengan si hotang semuanya benar, namun perlu di ingat bahwa padan marbun dengan sihotang itu diikat dengan sumpah. jadi jangan dikait-kaitkan terlalu jauh dengan dongan tubu sipohlon.

  • ady situmeang

    9 March 2014 at 11:21 am

    permisii..
    jadi mau tanya.. kalau marga situmeang menikah dgn boru barus, bisakah? dilihat dr komentar yg lain, sy trik kesimpulan bisa.
    tp bisa tolong dijelaskan lagi. krn barus, kalau batak toba masuk ke marbun, sihotang dll raja oloan. thz.

  • Toga sihotang

    21 May 2014 at 3:57 pm

    Memang sih sihotang padan nya hanya ke marbun ..banyak ketemu marga situmeang,hutauruk,dll dongan tubu marbun yang panggil appara dan sebaliknya banyak juga yang panggil Lae
    Klo saya pribadi sih tergantung mereka(dongan tubu marbun) jadi gak harus saya paksa dia jadi appara atau lae
    Manjalo na tupa nadenggan ma iba dihamu akka dongan tubuni padan nami marbun ..mauliate

  • ocha Hutauruk

    21 May 2014 at 9:30 pm

    Amang,saya mau bertanya saya punya hela boru saragih..tapi mama nya dia,itu simanungkalit…apa bisa?amang Thanks

Beri Komentar